
Rupanya virus cacar tidak puas dengan hanya menyerang Didi dan Puput. Setelah Puput mulai reda dan luka luka bekas cacar yang mulai mengelupas giliran, si Ibu mendadak demam lesu. Tetapi tanda bintik berair belum muncul di permukaan kulit, hanya demam dan lesu saja. Semula diperkirakan karena terlalu lelah sehabis bepergian dari Blitar.
Setelah menunggu beberapa hari kepastian bahwa cacar air kembali menyerang terbukti. Beberapa bintik air mulai muncul di kulit kaki dan wajah. Dengan pengalaman dua pasien sebelumnya, langsung ke apotek Kasuari membeli Detol cair, sabun Detol, Anti biotik, Clynovir salep (Rp 21.500) dan pil Clynovir (400mg) (Rp 61.000). Dari tiga korban sebelumnya, ini yang paling parah. Bintik air sepertinya tidak memilih tempat tumbuh, sampai sampai di dalam mulut dan daun telingapun muncul. Ancur dech..!
Note : Telat posting...
Setelah menunggu beberapa hari kepastian bahwa cacar air kembali menyerang terbukti. Beberapa bintik air mulai muncul di kulit kaki dan wajah. Dengan pengalaman dua pasien sebelumnya, langsung ke apotek Kasuari membeli Detol cair, sabun Detol, Anti biotik, Clynovir salep (Rp 21.500) dan pil Clynovir (400mg) (Rp 61.000). Dari tiga korban sebelumnya, ini yang paling parah. Bintik air sepertinya tidak memilih tempat tumbuh, sampai sampai di dalam mulut dan daun telingapun muncul. Ancur dech..!
Note : Telat posting...
1 comment:
Budhe, kok mukanya dibatik gitu...
Makanya waktu kecil sempetin sakit cacar, Budhe.. biar udah gedhe ndak sakit cacar lagi. Hihihihi...
Ke Tangerang dong..
Post a Comment