Monday, February 2, 2009

Goa Maharani

Episode liburan kali ini dengan menu utama ke Wisata Bahari Lamongan dan sebagai hidangan penutup di Wisata Goa Maharani. Jika kondisi lancar perjalanan ditempuh 1,5 jam. Berhubung berangkat kepagian jadi tiba di tujuan loket asih belum buka. Untuk membunuh waktu yang tersisa diterusin jalan terus arah ke Tuban. Beberapa menit dari WBL terdapat Tempat Pelelangan Ikan Brondong, ini masih di Lamongan juga. Masuk ke lokasi ini gratis. Jika menyukai makanan bahan dari laut, tempat inilah yang cocok. Di sebelah barat terdapat pasar ikan dan di timur banyak kapal nelayan yang bersandar.


Di WBL tidak banyak yang berubah dari beberapa tahun silam. Tiket paket WBL Rp 30ribu dan jika plus Goa Maharani menjadi Rp 35ribu, ini harga pada hari biasa. Jika beberapa waktu lalu beberapa wahana dibedakan untuk gelang tertentu, kali ini semua wahana bisa dinikmati. Tetapi beberapa wahana masih harus membeli ticket lagi, seperti go-kart dan rodeo. Tetap saja yang paling ditunggu masih kolam renang.


Goa Maharani yang satu paket dengan WBL sudah benar benar terhubung secara fisik. Jadi untuk menuju Goa Maharani cukup melewati koridor yang telah tersedia. Cukup jauh juga, tetapi sangat membantu. Meskipun sajian utamanya adalah keindahan stalagmite goa, tetapi di sana terdapat museum replica fosil binatang purba dan kebun binatang dengan skala mini. Area ini baru diresmikan akhir tahun lalu, jadi masih ada beberapa kandang yang kosong. Yang paling menarik adalah di kandang burung. Saat memasuki sangkar burung, penjaga akan memberikan sejumput makanan burung. Nah, saat makanan tersebut disodorkan maka beberapa burung akan hinggap dan mematuk makanan yang ditangan tersebut.





Untuk memasuki goa, harus menuruni beberapa anak tangga, kesan pertama sungguh exotis. Penyajian wisata goa ini benar benar bagus, jalur perjalanan disediakan sedemikian rupa dengan petunjuk lampu led, untuk menonjolakan keindahan goa diberikan tata cahaya yang sempurna. Dalam sorot cahaya lampu tersebut akan ditonjolkan urat urat stalagmite yang mengular, aliran air yang mengandung kapur membentuk jalur jalur baru, sungguh sangat menakjubkan. Bentuk onggokan onggokan batu kapur yang menimbulkan imajinasi seperti bentuk lidah atau pohon dapat dengan mudah dikenali. Udara yang lembab dan bau tanah serta pengapnya udara seakan terlupakan dengan menikmati ukiran gua yang sebenarnya tidak terlalu dalam itu.

Sebelum meninggalkan lokasi ini terdapat penjual souvenir, makanan dan lain lain diujung jalan keluar. Dengan harga yang wajar mereka mewarkan barang dagangannya.

No comments: