Monday, December 22, 2008

Hutan Pepaya



Seperti biasanya di Blitar kalau bulan Desember adalah bulan penuh buah buahan. Tetapi tahun ini ga se seru biasanya, ya meskipun ada aja. Tahun tahun sebelumnya antara Desember sampai Maret buah buahan tidak pernah putus mengisi perut. Jelas rambutan menjadi iconnya, Bajang identik dengan rambutan, meskipun di Bajang ga ada rambutan (pada kacau) tapi yang jual buanyak. Di kebun biasanya duren mulai masak, sayang taun ini absen. Ini duren paling enak sak dunia loh. Adapula Manggis, hitam pasti manis tetapi jangan dimakan watu pagi, bisa mules. Nah, untuk tahun ini si mBah punya mainan baru yaitu hutan pepaya. Pepayanya bukan sembarang pepaya, pepaya bangkok (dasar orang sini kalo ada buah bagus pasti dibilang bangkok). Metiknya ya seperti itu masih ijo diharapkan tahan sampai beberapa minggu. Dipanen tiap sepuluh hari sekali dan bergiliran. Harga borongan kemarin Rp 900,- per kg, padahal di Surabaya sudah Rp 2.500,- per kilo. Puih, pedagang yang banyak untung.

1 comment:

Candra said...

900?! Bener jare Rasulullah.. rejeki sing paling akeh iku teko perniagaan.. bukan pertanian..